CURHAT - EL-KAMIL CENTRE
Headlines News :
Home » » CURHAT

CURHAT

Written By elkamil ibnu ishaq on Kamis, 11 Desember 2014 | 22:14

Tertarik jari ini untuk mengetik beberapa kata yang mungkin bisa mengobati sedikit kekhawatiran yang meliputi hati. Khawatir?? Ya itulah kata yang menurut saya paling tepat untuk di ucapkan, kerana perasaan itu masih terus terasa sampai saat ini saya mengetik.
 Berawal dari aktifitas biasa di hari akhir pekan minggu lalu, Sepulangnya saya dari lokasi ikhtiar (Kerja) di kawasan bandung selatan tepatnya di buah batu, dengan keadaan macet yang sangat luar biasa, dan di tambah turunnya rahmat Allah dalam bentuk cucuran air hujan yang tidak begitu besar (Gerimis).
Sampai ketika saya tiba di suatu perempatan yang sangat ramai oleh para pedagang, Saat semua kendraan padat meayat memajukan rodanya, saya melihat satu pemandangan yang menurut akal sehat saya tidak begitu pantas untuk ada di lokasi seperti itu. Bagaimana tidak?? 1 anak yang di perkirakan seuasia 5 sampai 7 tahun dan juga 6-8 tahun tengah asyiknya berjoget ria di tengah kerumunan macetnya jalanan kota kembang ini.
    Selang beberapa menit kemudian kedua anak tersebut mendekati setiap para pengendara dengan membawa sebuah plastik kecil yg di sodorkan kepada setiap penngendara yang di jumpainya.
Awalnya saya melihat mereka merasa iba dalam hati, dan sayapun segera meraba kantong celana dengan berharap ada sedikit rejeki yang bisa aku berikan kepada mereka, Namun belum sempat aku keluarkan tangan dari kantong celana kulihat satu anak yang di perkirakan berusia 6 -8 tahun tengah berteriak kepada seorang pengendara motor di depannya "Bang...!!!! bagi uang bang!!! pelit banget idupnya.. mati aja kalo pelitmah...!!!" Bagai disambar petir badan saya mendengar ucapan yang keluar dari ana seusia dini itu, dan kulihat tangan si anak tersebutmemgang tangan pengendara motor di depannya dan menarik-narik hingga sedikit goyang kendaraan tersebut. Lalu kemudian pengendara tersebut menjawab : "Maaf de, teu gaduh, engkin dai nya.." Belum selesai ia berbicara anak yang satu lagi mendekat dan berkata lantang "Alaah.. pelitmah pelit we.. mbung mere!!!" Semakin bertambah kagetnya hati ini mendengar anak yang satu ini, sejenak aku berfikir, kemana kedua orang tua tersebut?? bagaimana bisa anak seusia ini di biarkan di tengah jalan yang bisa saja mengancam keselamatannya??
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Comments

 
Support : DIM Centre | EL KAMIL
Copyright © 2014. EL-KAMIL CENTRE
Jl. Kamarung No 27 Citeureup Kota CIMAHI 40512
Phone 082240002354